Senin, 20 Oktober 2014

B29

 B29

"Terbayar lunas".
Itulah kata yang pantas terucap dari bibir siapaun yang sampai di puncak B29. Setelah mengarungi perjalanan yang sangat sulit dan melelahkan. Jalan selebar mobil beraspal tidak halus, berkelok-kelok sepanjang kurang lebih 12 km. Kiri dan kanan penuh dengan pemandangan yang indah sekaligus mengerikan. Sawah berpetak petak seperti potongan tempe yang akan digoreng. Hijau sejuk menyenangkan tapi juga sangat menakutkan. Terpeleset sedikit saja maka jurang disebelah kiri atau kanan siap menerkam dan mengubur kita. Lolos dari jalan aspal yang sangat berbahaya tibalah di atas perkampungan. "Negeri diatas Awan" tulisan yang tampak besar dan jelas semakin menambah penasaran hati siapaun. Ingat cerita pewayangan, gatotkaca terbang diatas awan. Ingat sung gok kong .

 Satu kilometer setelah melewati gapura negeri diatas awan nampak perkampungan yang berjajar di tepi jalan. Penduduknya ramah dan bekerja sebagai petani sayur. Ada bawang merah, seladri, kubis dan semacamnya. sepanjang jalan bisa kita saksikan betapa indahnya pemandangan disana. Hawanya mulai sejuk cenderung dingin.

Semua anggota rombongan yang berjumlah 75 orang Kepala Sekolah SMP Negeri berbaur dengan para pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, merasakan indahnya jalan menuju B29.

Mobil diparkir, semua istirahat sambil makan tahu goreng khas negeri diatas awan. Berbincang-bincang dan berfoto ria. Tukang ojek sudah siap membawa kita berpetualang menuju puncak B29 yang jaraknya kurang lebih masih 6 km lagi. Tidak ada tawar menawar.. 60 ribu rupiah harus disiapkan setara denangan 10 ribu per kilometer. Satu kilo pertama jalan masih terbuat dari cor. mulai menanjak jurang lebih dalam walaupun pemandangan kiri kanan sekarang lebih indah lagi. Tikungan demi tikungan dilewati semakin lama semakin ekstrem. Jalan mulai sempit, hanya sekitar 1.5 meter saja. tanjakan semakin ekstrem. jalan berdebu, dan lama-lama jalan terbuat dari debu sedalam 30cm an. semakin sulit, tukang ojek pun sesekali berhenti, ambil nafas sambil menunggu debu didepan hilang. 50 lebih sepeda motor ojek berpacu untuk bisa mencapai puncak.
Sampai ditikungan dan tanjakan yang kesekian puluh, motor ojek pun harus berhenti. Penumpang harus jalan kaki dulu karena jalannya sangat sulit, selebar roda sepeda motor, sedalam 30 cm, terpeleset berarti selamat tinggal dunia.Akhirnya sampailah di puncak. Lega rasanya.

Gunung Bromo, gunung batok yang dulu pernah saya daki, yang begitu indah dan tinggi. Sekarang ada di bawah. Indah!! Luar biasa!! Subhanallah!! Maha suci engkau ya Allah. Semakin aku bersyukur kepadamu.


Jumat, 15 Agustus 2014

Serah Terima Jabatan Kepala SMPN 3 Silo


Dinas Pendidikan Kabupaten Jember memutasi sejumlah Kepala Sekolah SMP, SMA/SMK negeri. Pelantikan dilaksanakan pada tanggal 11 Juli 2014 bertempat di Aula Pemkab Jember. Turut di mutasi pejabat kepala sekolah SMPN 3 Silo. Semula kepala SMPN 3 Silo dijabat oleh Moh. Rokhim sejak April 2009, sejak tanggal pelantikan diganti oleh pejabat baru Edi Kuntoro.
Selanjutnya Moh. Rokhim mendapat tugas sebagai kepala SMPN 2 Rambipuji yang sebelumnya dijabat oleh Sigit Suyitno.
Setelah pelantikan semua pejabat baru melaksanakan serah terima jabatan dengan pejabat lama. Ini dilaksanakan mulai tanggal 7-9 Agustus 2014 bertempat di berturut-turut: SMPN 11 Jember, SMPN 1 Kalisat dan SMPN 2 Puger. Serah terima kepala SMPN 3 Silo dari Pak Moh. Rokhim ke Pak Edi Kuntoro dilasanakan di SMPN 1 Kalisat sedangkan dari Pak Sigit ke Pak Rokhim di SMPN 11 Jember.
Selanjutnya semua pejabat lama dan baru melaksanakan acara kenal pamit di masing-masing sekolah. Di SMPN 3 Silo acara ini digelar pada hari Senin tanggal 11 Agustus 2014. Kemudian sehari sesudahnya yaitu tanggal 12 Agustus 2014 dilaksanakan pisah kenal di SMPN 2 Rambipuji.
Acara yang digelar di SMPN 3 Silo berjalan dengan sangat meriah walaupun tetap dalam kesederhanaan yang menjadi ciri khasnya.  Aroma kekeluargaan sangat kental terasa menyengat. Dihadiri seluruh keluarga besar SMPN 3 Silo dan SMPN Mulyorejo, acara semakin semarak dengan hadirnya wakil dari Muspika kecamatan Silo, wakil UPT Pendidikan Kec Silo dan para pelatih dan siswa Paskibra 2014.
Diakhir acara suasana semakin meriah dan cenderung mengharukan saat pak Rokhim mendapat ucapan selamat jalan sekaligus tali asih dari keluarga besar SMPN 3 Silo.Semua guru tanpa terasa telah menitikkan airmatanya, tanda betapa cintanya keluarga besar kepada pak Rokhim.
Selamat datang Pak Edi di SMPN 3 Silo semoga perjuangan kita dapat berlanjut dan sukses mengantarkan siswa siswi menjadi anak sholeh dan soleha serta cerdas terampil dan berbudaya. Demikian juga selamat jalan Pak Rokhim semoga sukses dalam memimpin sekolah yang baru di SMPN 2 Rambipuji.