"Terbayar lunas".
Itulah kata yang pantas terucap dari bibir siapaun yang sampai di puncak B29. Setelah mengarungi perjalanan yang sangat sulit dan melelahkan. Jalan selebar mobil beraspal tidak halus, berkelok-kelok sepanjang kurang lebih 12 km. Kiri dan kanan penuh dengan pemandangan yang indah sekaligus mengerikan. Sawah berpetak petak seperti potongan tempe yang akan digoreng. Hijau sejuk menyenangkan tapi juga sangat menakutkan. Terpeleset sedikit saja maka jurang disebelah kiri atau kanan siap menerkam dan mengubur kita. Lolos dari jalan aspal yang sangat berbahaya tibalah di atas perkampungan. "Negeri diatas Awan" tulisan yang tampak besar dan jelas semakin menambah penasaran hati siapaun. Ingat cerita pewayangan, gatotkaca terbang diatas awan. Ingat sung gok kong .Satu kilometer setelah melewati gapura negeri diatas awan nampak perkampungan yang berjajar di tepi jalan. Penduduknya ramah dan bekerja sebagai petani sayur. Ada bawang merah, seladri, kubis dan semacamnya. sepanjang jalan bisa kita saksikan betapa indahnya pemandangan disana. Hawanya mulai sejuk cenderung dingin.
Semua anggota rombongan yang berjumlah 75 orang Kepala Sekolah SMP Negeri berbaur dengan para pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, merasakan indahnya jalan menuju B29.
Mobil diparkir, semua istirahat sambil makan tahu goreng khas negeri diatas awan. Berbincang-bincang dan berfoto ria. Tukang ojek sudah siap membawa kita berpetualang menuju puncak B29 yang jaraknya kurang lebih masih 6 km lagi. Tidak ada tawar menawar.. 60 ribu rupiah harus disiapkan setara denangan 10 ribu per kilometer. Satu kilo pertama jalan masih terbuat dari cor. mulai menanjak jurang lebih dalam walaupun pemandangan kiri kanan sekarang lebih indah lagi. Tikungan demi tikungan dilewati semakin lama semakin ekstrem. Jalan mulai sempit, hanya sekitar 1.5 meter saja. tanjakan semakin ekstrem. jalan berdebu, dan lama-lama jalan terbuat dari debu sedalam 30cm an. semakin sulit, tukang ojek pun sesekali berhenti, ambil nafas sambil menunggu debu didepan hilang. 50 lebih sepeda motor ojek berpacu untuk bisa mencapai puncak.
Sampai ditikungan dan tanjakan yang kesekian puluh, motor ojek pun harus berhenti. Penumpang harus jalan kaki dulu karena jalannya sangat sulit, selebar roda sepeda motor, sedalam 30 cm, terpeleset berarti selamat tinggal dunia.Akhirnya sampailah di puncak. Lega rasanya.Gunung Bromo, gunung batok yang dulu pernah saya daki, yang begitu indah dan tinggi. Sekarang ada di bawah. Indah!! Luar biasa!! Subhanallah!! Maha suci engkau ya Allah. Semakin aku bersyukur kepadamu.

